
DESKRIPSI BUKU:
“…agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan dan teruslah ia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Rabb mereka (seraya berdoa) “jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.” (Qs. Al-A’Raf).
Perhatikanlah pernyataan di atas. Jika seorang perempuan menikah dengan seorang lelaki yang saleh bahkan sebelum jabang bayinya lahir ke dunia, terlepas apapun jenis kelaminnya, rasa syukur sudah menangkupi kedua hati pasangan suami istri itu. Betapa indahnya rumah tangga yang dijalani sesuai dengan tuntunan Allah.
Kedekatan seorang perempuan pada Rabb-nya akan membuat seorang perempuan berkepala dingin menghadapi hari-harinya. Bukankah hari-hari dalam pernikahan itu sekadar situasi pengantar perjalanan menuju akhir yang bernama ajal? Maka hari-hari dalam pernikahan, dengan bekal ilmu ad–din yang tepat akan membuat seorang perempuan selalu bersyukur dan bersabar menjalaninya.
Mau buku ini dengan harga murah? Beli buku versi digital DISINI.